•11/23/2011

Meylan Fredy Ismawan – detiksport

 

ds Jakarta - Masyarakat Indonesia harus kecewa lagi setelah timnas gagal meraih prestasi tertinggi di sebuah kejuaraan. Meski demikian, pelatih Rahmad Darmawan meminta publik tanah air tak bosan mendukung timnas.


Kegagalan terkini yang dialami timnas Indonesia terjadi di SEA Games XXVI. Di kandang sendiri, Gelora Bung Karno, timnas U-23 kalah adu penalti dari Malaysia di babak final.


Dengan kegagalan tersebut, berarti publik tanah air harus menunggu lebih lama lagi untuk bisa melihat timnas berjaya. Terakhir kali hal itu terjadi adalah 20 tahun lalu, saat Indonesia merebut emas sepakbola di SEA Games 1991 di Manila.


"Yang pasti (masyarakat) kecewa karena wajar ekspektasi yang begitu besar dan hasilnya harus seperti ini. Kita bisa sangat mengerti perasaan itu. Oleh karena itu, saya juga bisa sangat mengerti, apa yang harus saya lakukan," ungkap Rahmad seusai kekalahan dari Malaysia.


"Saya pikir, ini sebuah proses yang masih akan terus berlangsung. Mereka (masyarakat) mungkin harus segera kembali menunggu," imbuhnya.


"Saya hanya bisa berharap: jangan pernah bosan mendukung timnas. Membangun tim nasional itu tidak mudah," pinta Rahmad.
( mfi / roz )

Sumber : detiksport.com, Selasa, 22/11/2011 03:02 WIB

•11/23/2011

Gede Suardana – detikNews

 

pulau-komodo

 

Denpasar - Komodo untuk sementara terpilih sebagai salah satu keajaiban dunia di ajang New7Wonders. Menurut UNESCO, ajang New7Wonders adalah sebuah popularitas yang bukan melalui proses ilmiah.


"Jangan sampai kita terkacaukan dengan popular vote," kata Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova di sela-sela acara Sidang Komite Antar-Pemerintah UNESCO di Bali International Convetion Center (BICC), Nusa Dua, Selasa (22/11/2011).


Irina menjelaskan perbendaan kriteria dalam pemilihan keajaiban dunia. "Itu bisa saja untuk menuju peringkat popularitas, sedangkan UNESCO melalui proses yang panjang, untuk diteliti," kata Irina.


komodo1Hal yang sama juga dilakukan saat menentukan Candi Borobudur, hutan tropis masuk dalam daftar keajaiban di UNESCO. Sementara, Komodo sudah masuk dalam daftar UNESCO pada tahun 1991.


"Untuk Indonesia seperti Borobudur, hutan tropis, komodo yang sudah pernah mendapatkan list kategori di UNESCO," kata Irina.


Irina menjelaskan, jika telah ditetapkan oleh UNESCO maka bukan menjadi suatu akhir tetapi awal perjalanan yang panjang. "Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab penuh terhadap penddikan masyarakat, training, pemberdayaan," katanya.


Hal yang perlu dilakukan setelah ditetapkan UNESCO adalah mempromosikan. "Wajib membentuk badan pengelolaan, sehinng ada struktur pelestarian, pemanfaatan, pengembangan. Perlu proses panjang untuk melindunginya," ujar Irina.
(gds/lrn)

 

 

Sumber : detiknews.com, Selasa, 22/11/2011 23:29 WIB

•11/20/2011

Meylan Fredy Ismawan – detiksport

 

football

Jakarta - Permainan timnas Indonesia U-23 saat mengalahkan memuaskan pelatih Rahmad Darmawan. Rahmad senang karena anak buahnya berhasil menjalankan instruksinya dengan baik.


Indonesia menggenggam tiket final cabang olahraga sepakbola SEA Games XXVI usai menyingkirkan Vietnam. Dalam laga semifinal di Gelora Bung Karno, Sabtu (19/11/2011), 'Garuda Muda' menang 2-0 berkat gol Patrich Wanggai dan Titus Bonai.


"Satu kata, alhamdulillah. Hari ini pemain bermain dengan permainan yang sangat bagus. Permainan hari ini menarik karena kita memperagakan pressing football, cepat, dan tidak memberi kesempatan kepada lawan untuk mengembangkan permainan," ungkap Rahmad.


Rahmad sudah menduga bahwa Vietnam akan tampil sangat agresif dan cepat. Oleh karena itu, dia menyiapkan sebuah taktik untuk meredamnya dan dia senang karena taktiknya sukses besar.


"Dari rekaman pertandingan, empat pertandingan kita lihat, pemain-pemain Vietnam sangat kuat dengan possession play. Mereka selalu build up, tidak terburu-buru. Ketika di dalam kotak penalti, dukungan dari lini kedua cepat dan itu membahayakan. Makanya, saya menginginkan anak-anak melakukan tekanan ketika mereka main di zona mereka," paparnya.


"Hari ini sukses, namun pertandingan hari ini membutuhkan energi yang lebih karena intensitas kerja yang luar biasa yang anak-anak perlihatkan hari ini," tambah eks pelatih Persija Jakarta dan Sriwijaya FC ini.


"Secara umum, penampilan kita terbaik, tapi mudah-mudahan ini bukan suatu antiklimas buat kita. Saya apresiasi untuk para pemain, terima kasih" tutup Rahmad.
( mfi / krs )

Sumber : detiksport.com ,Sabtu, 19/11/2011 23:18 WIB