•12/21/2010

Written by Aksi Bintang, Aksi Bola, Liga Indonesia Dec 8, 2010

 

christian-gonzales3-300x145 Tak bisa dipungkiri, kehadiran Gonzales di timnas memberi warna baru pada permainan khususnya lini depan. Artinya, pilihan naturalisasi cukup tepat. Apakah akan ada yang menyusul Gonzales?

Deputi Bidang Teknis BTN, Iman Arif mengatakan pihaknya sudah menyiapkan short list nama-nama calon pemain naturalisasi. Ada lima yang sudah matang. Namun, semua kembali kepada pilihan pelatih Alfred Riedl. Jika beliau ok, BTN akan menjalankan prosesnya.

Victor Igbonefo pemain belakang Persipura. Kemudian, Sammy Patrick bek Persema Malang asal Kamerun. Lalu, Kim Jefrey serta Sergio van Dijk. Nama kedua pemain itu diakui Iman Arif sudah lama dicalonkan. Dan yang baru Ponggoue Marcial.

“Saya belum dapat kabar ia bermain di mana,” ungkap Iman Arif kepada bolanews.com.

Timnas Indonesia diakuinya masih memerlukan kekuatan di lini belakang. Sebagian besar dari nama-nama itu, adalah pemain belakang. Proses menurut Iman Arif sedang berjalan dan digodok.

“Jika tidak ada halangan, bulan Januari tahun depan mereka sudah mengantongi paspor Indonesia. Namun, tetap semuanya bergantung pada keputusan Riedl. Kalau ia meminta semua pemain (dalam daftar-red) dinaturalisasikan, BTN akan lakukan. Tapi, kalau beliau mengatakan hanya dua atau tiga saja ya, kami buatkan paspornya hanya dua atau tiga pemain. Semua bermuara kepada kebutuhan tim. BTN hanya menyiapkan saja,” papar Iman Arif.

Naturalisasi dikatakan Iman Arif hampir dilakukan oleh sebagian besar negara. Naturalisasi sedang menjadi tren global. Indonesia diakui Iman Arif masih membutuhkan pemain naturalisai 2 sampai 3 tahun ke depan.

“Tapi, jangan sampai terhanyut dengan euforia naturalisasi. Pembinaan usia muda tetap menjadi jalan utama pembentukan timnas yang kuat. Saat ini naturalisasi pilihan, bukan jawaban. Kami tetap mengutmakan pembinaan. Karena, hal itu merupakan kunci pembentukan tim yang kuat dan kontinu. Saat ini yang terjadi adalah, saya mencoba untuk memadukan naturalisasi dengan pembinaan. Ada pemain naturalisasi, ada pemain muda, dan ada pemain senior. Saat ini, itu langkah yang tepat,” urai Iman Arif lagi.

Bagi Iman Arif, naturalisasi tetap program jangka pendek. Jangka panjangnya, tentu pembinaan dan pelatihan usia muda.

“Sekarang euforia naturalisasi sedang tinggi. Boleh saja, tapi jangan sampai terhanyut dan melupakan pembinaan itu,” tandas Iman Arif.

 

Sumber : http://aksibintang.com

•12/20/2010

Bola.net - Striker baru Timnas Indonesia Christian Gonzalez mendapatkan pujian dari beberapa jajaran direktur tim nasional pandai memanfaatkan posisi untuk mendobrak gawang lawan sehingga dia dapat diandalkan di ajang AFF Suzuki Cup 2010 yang akan dimulai Rabu.

"Dulu memang dia seorang pemain yang kurang berlari, bahkan 70 persen hampir tak ada larinya. Tapi dia tipikal seorang pemain yang pandai memanfaatkan posisi," ujar Asisten Manajer Timnas Indonesia Iwan Budianto di Jakarta, Senin.

Iwan yang mantan manajer Persik Kediri semasa Gonzalez bermain di klub tersebut mengungkapkan, meski pemain yang akrab disapa El Loco itu kurang banyak bergerak tetapi memiliki kehandalan dan mampu mengolah bola dengan apa pun ketika mendapat umpan untuk menjadikan gol.

Selain itu El Loco juga diakui Iwan Budianto seorang pemain bertemperamen tinggi dan mudah emosi sehingga dia pernah terjerat sanksi dari Komisi Disiplin PSSI hingga lima kali. Namun dalam satu tahun terakhir, lanjutnya, sejak sanksi 12 bulan dari Komdis diampuni oleh Ketua Umum PSSI, karakter El Loco banyak berubah.

"Dia sudah lebih rajin menjemput bola ke mana pun dan juga sikap temperamennya sudah jauh berkurang. Sekarang dia lebih rajin lagi mencari bola sampai turun ke tengah," paparnya.

Iwan mengaku sangat memahami karakter pemain bernama lengkap Cristian Eduardo Carrasco Gonzales itu, apalagi kini sudah menjadi pemain naturalisasi dan direkrut Timnas. Iwan pun yakin El Loco akan memberikan yang terbaik bagi Timnas karena hal itu merupakan mimpinya sejak lama dan setelah direkrut seharusnya menjadi puncak dari mimpinya.

Iwan merupakan pihak yang pertama kali menemukan pemain asal Uruguay itu sejak 2003 dan semula dipinjamkan ke PSM Makassar. Gonzalez pun sejak 2006 telah berupaya untuk meminta statusnya sebagai warga negara Indonesia dengan dukungan penuh dari keluarganya.

"Dia selalu bermimpi bagaimana bisa berkostum nasional. Ketika mimpi itu datang, ada dua hal yang bisa terjadi, yaitu dia bisa menjalankan perannya sesuai dengan apa yang diimpikannya atau dia akan terburu-buru karena terlalu gembira," ujarnya.

Terkait dengan penampilannya di AFF Suzuki Cup nanti, Iwan dan juga Manajer Tim Andi Darussalam Tabusala memang sudah mengantisipasi karakter El Loco agar tidak terjebak oleh pancingan emosi dari pemain lawan.

"Mengenai temperamen Gonzalez saya sangat paham, tapi Iwan yang lebih tahu karena dia pernah menjadi pemain Persik. Mudah-mudahan dia bisa semakin mendewasakan dirinya. Sebagai pemain naturalisasi tentu dia mempunyai motivasi dan dedikasi yang lebih. Saya tidak pernah ragu dengan dia," ujar Andi Darussalam. (ant/fjr)

 

Sumber : http://m.bola.net , 30-11-2010 | 06:15

•11/20/2010

Laporan wartawan KOMPAS Yurnaldi

JAKARTA, KOMPAS.com — Walaupun kelahiran anak Ratu, badak berusia 9 tahun berbobot sekitar 525 kg, diperkirakan bulan Mei 2011,  berita kehamilan badak sumatera atau Dicerorhinus sumatrensis dari sebuah desa di pinggiran Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, itu sudah mendunia dan disambut sukacita para penggiat konservasi di Indonesia dan dunia.

"Keberhasilan Ratu mengandung bayinya merupakan hasil kombinasi dari ilmu pengetahuan yang baik, kerja sama internasional antara pemerintah, LSM, dan kebun-kebun binatang, kerja sama yang erat dan waktu yang tepat, serta ketelatenan dari para personal di tempat penangkaran," kata Darori, Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan, Jumat (19/2/2010) di Jakarta.

Pejantan badak sumatera yang menghamili Ratu adalah Andalas, yang juga berusia 9 tahun, dengan bobot sekitar 765 kg. Andalas lahir 13 September 2001 di Cincinnati Zoo, USA, dari perkawinan induk badak sumatera jantan bernama Ipuh dan badak betina bernama Emi. Pada Februari 2007, Andalas dikirim ke Indonesia dari Los Angeles Zoo, USA, dan ditempatkan di Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas, Lampung.

Andalas diperlakukan istimewa karena ia lahir dan besar di lingkungan yang bebas penyakit. Andalas diberikan berbagai vaksin khusus untuk melindunginya dari kemungkinan penyakit baru yang akan dia hadapi di hutan tropis rumah aslinya. Bahkan, agar terlindung dari gigitan lalat tabanid dan nyamuk hutan, ia dibuatkan kelambu raksasa.

Darori menjelaskan, sang calon bapak, Andalas, merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dan merupakan anak badak pertama yang dihasilkan dari penangkaran badak dalam waktu lebih dari 112 tahun. Adapun kehamilan Ratu merupakan yang pertama di Indonesia setelah lebih dari 112 tahun.

Menurut dia, terjadinya kandungan badak sumatera yang pertama ini, selain telah melalui proses yang panjang, bukanlah suatu kejadian yang biasa. Andalas dan Ratu dapat digabungkan atas kerja sama dan keinginan yang baik dalam rangka kerja sama internasional sebagai upaya menyelamatkan spesies yang terancam kepunahan.

Darori melukiskan, dari 38 kali perkawinan, belum terjadi fetus. Ketika terjadi fetus, ada empat kali keguguran. Tanggal 4 dan 5 Desember 2009, Andalas berhasil menaiki Ratu sebanyak 17 kali dan satu kali berhasil melakukan perkawinan yang sempurna setelah ereksi yang penuh pada Andalas, penetrasi yang sempurna, kemudian terjadi ejakulasi. Tanggal 22 Desember 2009, pemeriksaan USG dilakukan terhadap Ratu, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.

"Pada tanggal 24 dan 25 Desember, Andalas kembali digabungkan dengan Ratu dan terjadilah perkawinan sempurna di mana terjadi ereksi dan intromisi penuh selama 28 menit dan akhirnya terjadi ejakulasi,"ungkapnya.

Dokter Hewan Andriansyah yang menangani Ratu mengatakan, tanggal 29 Januari 2010 atau 16 hari setelah perkawinan Ratu dan Andalas, pemeriksaan USG pun dilakukan dan hasilnya menunjukkan adanya kantung embrio pada uterus kanan Ratu. Ratu kemudian diduga hamil.

"Ketika diperiksa USG lagi tanggal 16 Februari 2010, ditemukan gambar kantung embrio berukuran sekitar 20 x 24 mm disertai fetus dan tali pusar yang berkembang, dan Ratu dinyatakan bunting," paparnya.

Ketua Yayasan Badak Indonesia Widodo Ramono mengatakan, keberhasilan penangkaran spesies ini juga akan memberikan kemungkinan pembuatan suatu model program yang sama terhadap badak jawa. Populasi badak jawa saat ini diperkirakan sekitar 50 ekor di Taman Nasional Ujung Kulon.

 

 

Sumber : Kompas.com, Jumat, 19 Februari 2010 | 18:20 WIB

 

endang mushaffa